Assalamu'alaikum... Selamat Datang di Mirza's Blog **** * **** SELAMAT DAN SUKSES! MUKTAMAR XI JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH tanggal 10-14 Januari 2012 di PP. Al-Munawwariyah Bululawang, Malang, Jawa Timur


09 Januari 2012

MUKTAMAR XI JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH


Atas nama pribadi, saya mengucapkan :

SELAMAT DATANG
PESERTA MUKTAMAR NASIONAL XI JAM'IYYAH AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH
di Malang, Jawa Timur



SELAMAT DAN SUKSES...!
MUKTAMAR XI JAM'IYYAH  AHLITH THORIQOH AL-MU'TABAROH AN-NAHDLIYYAH
10 - 14 Januari 2012 (16-20 Shafar 1433 H)
Di Pondok Pesantren Al-Munawwariyah Bululawang, Malang, Jawa Timur




Agenda :
Pemilihan ketua Ra'is Syuro, Ketua Umum Dewan Tanfidz dan pembentukan pengurus dan program kerja untuk periode 5 tahun kedepan.

Event :
  • Kirab Estafet Bendera Merah Putih dari Tugu Pahlawan, Surabaya
  • Pembukaan oleh Presiden RI
  • Sidang Pleno / Syuro Akbar
  • Multaqo Al-Shufy fi Al-'Alam Al-Islami (International Islamic Sufism Forum)
  • Dialog bersama Menteri Perekonomian, Politik, Hukum dan Keamanan RI
  • Dialog bersama Menteri Agama RI
  • Dialog bersama Menteri Dalam Negeri RI
  • Dialog bersama Panglima TNI / Kasad
  • Dialog bersama Kepala Kapolri
  • Dialog bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
  • Dialog bersama Menteri Koordinator Perekonomian RI


06 Januari 2012

Wirid dan Dzikir sesudah sholat

Bagi Anda yang mencari bacaan Dzikir dan Wirid apa yang biasa diucapkan ketika selesai sholat (biasanya di masjid atau musholla dan dibaca berjamaah), Anda bisa mendownloadnya di sini. Berikut screenshotnya :

Wirid dan dzikir ini berformat PDF (untuk membukanya Anda bisa menggunakan Adobe Reader/Foxit Reader), dan bisa Anda print untuk ditempelkan di musholla Anda.

Terima kasih.

23 Desember 2011

Kisah Unik Seputar Makam Rasulullah SAW

KISAH TENTANG USAHA PENCURIAN 
JASAD NABI MUHAMMAD SAW

‘Kubah Hijau’ di Masjid Nabawi, dibawah kubah inilah terletak makam Rasulullah.

Pernahkah terbersit pada pikiran kita, umat Muslim khususnya, bahwa ternyata pernah terjadi usaha untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW dari Masjid Nabawi?  Usaha yang dilakukan oleh orang-orang jahat ini bahkan terjadi sampai 5 (lima) kali! Astagfirullah hal adzim…
Dibawah ini rangkuman dari usaha jahat yang tercatat dalam Sejarah Masjid Nabawi.

Usaha pertama:
Niat jahat untuk memindahkan jasad Rasulullah SAW dari kota Medinah (Masjid Nabawi) untuk dipindahkan ke Mesir adalah ide al-Hakim al-‘Ubaidi, yang mengutus Abu al-Futuhuntuk melaksanakan tugas mencuri jasad Nabi SAW dan dua orang sahabat yang dimakamkan di areal Masjid Nabawi. Usaha pencurian ini gagal karena Abu al-Futuh kemudian insyaf setelah penduduk kota Madinah membacakan Surah At-Taubah ayat 12 – 13 kepadanya.
 Pintu 'Makam Rasulullah'
Usaha kedua:
Niat jahat al-Hakim ternyata tidak surut. Ia kembali mengutus orang-orangnya untuk berusaha mencoba lagi membongkar makam Nabi SAW dan mencuri jasadnya untuk dibawa ke Mesir. Ketika para utusan itu sedang menggali di bawah tanah, penduduk Madinah melihat banyak cahaya dan terdengar suara gaib: “Wahai manusia, Nabi kalian sedang digali”.
Maka penduduk kota Madinah secara beramai-ramai menangkap utusan al-Hakim, lalu mereka semua dihukum mati. Menurut sahibul hikayat, peristiwa usaha jahat (yang pertama dan kedua) untuk melakukan pencurian jasad Nabi ini terjadi sekitar tahun 386 – 411 H.

Usaha ketiga: 
Sultan Nouruddin Zengky dari Syria yang ikut serta dalam peperangan itu, pada suatu malam bermimpi. Dalam mimpinya itu Sultan bertemu Nabi Muhammad S.A.W seraya menunjuk kepada dua orang lelaki, dan berkata: “Lepaskan aku dari dua orang ini!”  Sultan terkejut dan terjaga dari tidurnya, kemudian beliau berwuduk dan sholat sunnat. Setelah sholat sunnat, sultanpun tidur kembali, akan tetapi mimpi yang sama itupun kembali terulang. Sultanpun bangun kembali dan berwuduk lalu shollat sunnat lagi. Setelah sholat iapun tidur kembali, namun mimpi yang sama itupun datang lagi dalam tidurnya. Mimpi yang berulang-ulang sampai tiga kali tersebut sangat mengguncangkan pikirannya, lalu iapun mengutarakan ikhwal mimpinya itu kepada Jamaluddin Al-Mushally, seorang wazir yang saleh. Mendengar cerita dari Sultan Nouruddin Zengky tentang mimpi yang dialaminya tersebut, Jamaluddin Al-Mushally berkata:
“Kenapa tuan masih di sini? Cepatlah kita berangkat ke Madinah, akan tetapi rahasiakanlah mimpi tuanku itu jangan sampai ada yang tahu!”

Ketika tengah malam mulai menjelang, berangkatlah Sultan Nouruddin dan Jamaluddin Al-Mushally bersama 20 orang pengawal dan pengiringnya dengan membawa pundi-pundi mata uang emas, permata yang mahal-mahal.

Singkat cerita, sampailah rombongan Sultan Nouruddin Zengky tersebut  di kota Madinah, setelah beristirahat sejenak lalu sultan mandi, berwuduk kemudian melakukan sholat. Tak lama kemudian ia memerintahkan kepada pengawalnya untuk memanggil semua penduduk kota dan mengatakan bahwa ia datang ke kota Madinah hanya untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad dan akan membagi-bagikan hadiah kepada seluruh penduduk kota Madinah terutama bagi mereka yang tidak mampu.   
Demikianlah, Sultan Nouruddin Zengky kemudian membagi-begikan sebagian harta yang dibawanya kepada penduduk kota Madinah, dan semua merata masing-masing mendapatkan bagiannya. Akan tetapi ada 2 orang lelaki yang tidak mau menerima pemberian dari sultan tersebut, dan hal ini merupakan keanehan tersendiri yang mengundang pertanyaan di hati sultan, karena bukan suatu yang menjadi kebiasaan dari penduduk kota untuk menolak pemberian sultan.  Mendapati keanehan ini, Sultan Nouruddin Zengky kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memanggil ke dua orang lelaki tersebut untuk menghadapnya. Ketika sultan melihat wajah ke dua orang lelaki tersebut, ia teringat akan mimpinya, karena ke dua wajah lelaki itu sama persis dengan kedua orang lelaki yang ada dalam mimpinya yang ditunjuk oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Menurut informasi dari para penduduk setempat, ke dua orang tersebut bukanlah dari Madinah melainkan pendatang yang berasal dari negeri Magribi, termasuk penduduk yang baik dan  saleh.  Keduanya sering sholat di Raudhah Nabi kemudian ziarah ke hujrah Nabi. Keduanyapun dikenal pemurah, sering berpuasa, dan membagi-bagikan sebagian hartanya kepada fakir miskin.
Mendengar laporan ini Sultan Nouruddin Zengky belum merasa puas, ia masih mencurigai kedua orang tersebut, ada apa di balik segala sikap kebaikannya? Sebab di dalam mimpinya Nabi Muhammad berulang-ulang bahkan sampai tiga kali agar menyelamatkan beliau dari kedua orang ini. Oleh sebab itu untuk mengetahui dengan mata kepala sendiri dengan apa sebenarnya yang telah diperbuat di Madinah, sultanpun pergi sendiri ke rumah kedua orang lelaki itu untuk mengetahui keadaan sesungguhnya keadaan ruang dalam rumahnya.

Apa yang didapat disana, ternyata di dalam rumah tersebut terdapat banyak harta benda yang berlimpah, emas, perak, dan batu-batu permata yang mahal-mahal. Kemudian didapatinya pula sebuah lubang yang setelah diselidiki ternyata menuju ke hujrah Nabi (kubur Nabi).

Singkat cerita, kedua orang Magribi (Maroko) itu kemudian ditangkap, diperiksa dan diberi hukuman yang setimpal dengan kesalahan yang diperbuatnya menurut Islam.  Dalam pengakuannya ternyata mereka adalah bukanlah orang Islam melainkan orang Kristen yang sengaja dibayar oleh tentara Salib untuk menggali dan mencuri jenazah Nabi Muhammad S.A.W.
Setelah mendengar, melihat, dan menyaksikan sendiri peristiwa tersebut, alangkah terkejutnya umat Islam di kala itu, terasa gemetar sekujur tubuh mereka, geram sekali. Apa jadinya jika upaya mereka sampai berhasil mencuri jenazah Nabi, perlakuan ini sungguh tidak bisa ditolerir lagi, dan suatu perbuatan terkutuk yang tak bisa dimaafkan. Akhirnya kedua orang tersebut  mendapat hukuman setimpal yaitu dihukum mati.

Kiranya demikianlah ta’wil mimpi Sultan Nouruddin Zengky itu. Kemudian atas perintah beliau pula, di sekeliling hujrah Nabi digali sedalam-dalamnya sampai bertemu dengan lapisan tanah yang mengandung air. Kemudian galian tersebut diurug dengan lempengan dan bongkahan tembaga hingga penuh sampai di permukaan bumi. Sampai sekarang di sekeliling hujrah Nabi di dalamnya terdapat beton terbuat  tembaga. Hal ini dilakukan agar tidak timbul kekhawatiran di kalangan umat Islam, jenazah Nabi Muhammad S.A.W akan dicuri orang. [ PUSTAKA: C. ISRAR -  SEJARAH KESENIAN ISLAM - BULAN BINTANG 1978 ] 

Usaha keempat:
Kisah tentang usaha yang keempat kalinya untuk mencuri jasad Rasulullah ini diceritakan oleh ibn Jubair yang pada saat itu sedang mengembara ke Iskandarsyah pada tahun 678 H. Di kota itu ia menyaksikan ada tawanan orang-orang Nasrani dari Romawi yang sedang dipekerjakan untuk membuat kapal.

Ternyata setelah kapal yang dibuatnya jadi,  para tawanan itu membawa lari kapal tersebut untuk dibawa kekota Jeddah dimana mereka melakukan beberapa tindak kejahatan dan perampokan. Sesudah itu mereka kemudian menuju kota Madinah dengan maksud mencuri jasad Nabi SAW. Atas ijin Allah SWT mereka dapat tersusul meskipun waktu itu rombongan pengejar sudah tertinggal sekitar satu setengah bulan. Mereka semua kemudian berhasil ditangkap dan dibunuh sebelum niatnya untuk mencuri jasad Nabi SAW terlaksana.

Usaha kelima:
Usaha kali ini (Insya Allah adalah usaha jahat yang terakhir) adalah hasil persekongkolan antara Gubernur Madinah saat itu, dengan beberapa orang yang berasal dari Halab. Mereka memberikan harta yang berlimpah kepada Gubernur agar dapat diijinkan memasuki Masjid Nabawi dan membongkar makam Rasulullah SAW dan kedua sahabatnya. Kalau istilah jaman sekarang barangkali orang-orang Halab berhati jahat itu berusaha melakukan KKN sekaligus melakukan penyuapan kepada Pejabat Negara. 

Entah bagaimana ternyata Gubernur Madinah setuju. Dia kemudian memanggil penjaga masjid Nabawi, Syeikh Syamsu al-Dien al-Showab al-Lamthy dan memberitahukan padanya bahwa pada waktu tengah malam nanti akan ada orang-orang yang mengetuk pintu masjid. Dengan tegas Gubernur memerintahkan agar penjaga pintu masjid membukakan pintu untuk orang-orang dari Halab itu. Sang penjaga masjid tentu saja tak kuasa menolak perintah seorang Gubernur.

Benar saja. Pada waktu tengah malam terdengar ketukan di pintu Al-Amir (pintu  Babu al-Salam). Ketika pintu dibuka masuklah sekitar 40 orang dari Halab yang membawa perlengkapan untuk menggali dan alat penerangan. Mereka langsung menuju ke makam Rasulullah SAW. Tapi baru saja mereka berjalan sampai mimbar masjid, sekonyong-konyong bumi terbelah dan menelan 40 orang Halab berikut semua perlengkapannya  tanpa tersisa dan tanpa meninggalkan bekas sedikitpun. Subhanallah, Allahu Akbar. Ketika esok paginya Gubernur memanggil penjaga lagi untuk menanyakan kejadian semalam, maka penjaga masjid menceritakan apa yang dilihatnya  semalam sejelas-jelasnya. Begitulah akhirnya. Usaha jahat yang kelima inipun gagal atas kehendak Allah SWT. Sayang sekali kapan terjadinya peristiwa ini tidak disebut. 

Wallahu’alam bissawab.

12 Desember 2011

Bapak Tua Penjual Amplop Itu...

Catatan dari Ikhwan Rinaldi Munir (Dosen ITB, blogger)
(catatan : posting dari ikhwan Rinaldi ini telah mendapat respon luar biasa, dibaca puluhan ribu kali dan mendapat ratusan komentar, serta puluhan reposting dan share link di jejaring sosial)




Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.
Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.
Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.
Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.
Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.
Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.
Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

27 Oktober 2011

NU, riwayatmu kini...


Oleh KH. Luthfi Bashori **

Suatu hari, saya pergi ke Surabaya dan kebetulan mampir ke rumah salah satu pengurus NU di wilayah Sidotopo. Saat saya berada di rumah pengurus NU ini, terjadilah perbincangan yg cukup `gayeng` di antara kami berdua. Sayang sekali, saya tidak mungkin menyebut nama besar beliau demi menjaga privasi sesama muslim. 

Hampir lima jam tanpa terasa saya bertamu, dan banyak hal yg kami bicarakan, khususnya tentang ke-NU-an, mulai dari dunia pendidikan NU, Rumah Sakit, kepengurusan, dan lain sebagainya, hingga menyangkut aliran-aliran sesat yang merambah Indonesia. Entah karena apa, sepanjang waktu dialog beliau lebih banyak bertanya kepada saya daripada memberi input. 

Atau barangkali, sebagai pengurus NU struktural, beliau ingin mengorek keterangan sebanyak-banyaknya dari orang lapangan seperti saya, yakni warga NU yg benar-benar kultural semata, dengan istilah sekaang sebagai NU METAL (Melok Tahlil) alias ikut tahlilan warga NU. Saya juga menyampaikan keprihatinan kepada beliau tentang maraknya aliran sesat yang masuk ke dalam tubuh NU sendiri. Misalnya masuknya JIL dan Syi`ah Iraniyah ke dalam pemikiran beberapa tokoh struktur NU. 

Tatkala saya sedang asyik menerangkan perbedaan aqidah antara keyakinan Sunni versus Syi`ah, semisal mayoritas umat Islam di dunia ini adalah penganut Ahlus sunnah, yang sangat menghormati Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khatthab, Khalifah Utsman bin Affan, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib RA. 

Sedangkan kaum Syi`ah yang keberadaannya di dunia ini minoritas, justru mencaci-maki khalifah ke satu, ke dua, dan ke tiga, bahkan di dalam kitab panduan utama mereka, yaitu Alkafi, karangan Alkulaini, cetakan Teheran Iran, kaum Syi`ah telah mengkafirkan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, dan Khalifah Utsman serta mayoritas para Shahabat RA. Sedangkan yang diakui ke khalifahannya oleh kaum Syi`ah hanyalah Khalifah Ali bin Abi Thalib. Lebih ekstrimlagi, Khomeini sang tokoh kaum Syi`ah, dalam bukunya, dia menyakini bahwa kedudukan Imam Ali bin Abi Thalib lebih tinggi daripada derajat Nabi Muhammad SAW. 

Tiba-tiba pengurus NU ini berkomentar: "Ustadz, timbulnya aliran Syi`ah itu, kan di saat pemerintahan Sayidina Ali bin Abi Thalib, terus mengapa Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, dan Sayidina Utsman KOK DIAM SAJA, tidak ikut bersama-sama dengan Sayidina Ali memerangi kaum Syi`ah, yang telah mengkafirkan mereka bertiga? Padahal jaman itu kan banyak peperangan seperti membasmi `nabi-nabi palsu`... ".

Mendengar komentar beliau, hati saya menjadi prihatin, khususnya kepada warga NU, yg mendapatkan tokoh pemimpin justru tidak mengenal dunia Islam. Tidakkah beliau pernah menbaca kitab atau mendengar pengajian, yang menerangkan bahwa Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, dan Sayidina Utsman radliyallahu `anhum telah wafat, saat Sayidina Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi Khalifah ke empat? 

Demikianlah, setelah selidik punya selidik, ternyata tokoh pengurus NU ini, tidak pernah mengenyam pendidikan Pesantren, sebagaimana layaknya para pengurus NU di masa-masa awal berdirinya Jam`iyyah Nahdlatul Ulama. Bahkan penamaan Nahdlatul Ulama yang berarti Kebangkitan Para Ulama, adalah identik dengan tokoh-tokoh Ulama pesantren. Yaitu figur-figur yang telah malang melintang dalam dunia Islam lewat kajian-kajian ilmu keislaman yg dibidangi oleh kependidikan pesantren. 

Bilamana dewasa ini para pengurus NU bukan lagi tokoh-tokoh pesantren, maka eksistensi NU sebagai kebangkitan para Ulama akan semakin terombang-ambing. Dikatakan idza wussidal amru ilaa ghairi ahlihi, fantadliris saa`ah, artinya jika sebuah perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya. Demikian juga jika jam`iyyah NU pada akhirnya dipimpin dan diurusi oleh tokoh-tokoh yang bukan dari kalangan para Ulama pesantren, maka bisa ditebak dengan mudah apa yang terjadi. (Lihat saja pemimpin besar NU sekarang -tidak perlu saya sebutkan namanya- dan pemikiran-pemikirannya, ed) Semoga Allah melindungi umat Islam negeri ini dari kehancuran. 

** Alumnus Ma'had Syaikh Muhammad Alwi Al-Maliki, Makkah. Saat ini memegang 
jabatan Ketua Haiah As-Shofwah dan mengasuh Pondok Pesantren Ribath Al-Murtadla
Al-Islami di Singosari, Malang, Jawa Timur



UPDATE

Pengirim: Ben Chuldun  - Kota: Bogor
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dengan demikian, kaum elite NU semakin banyak yang berpaham Liberalist. Padahal, banyak NU akar rumput yang tidak sepaham bahkan menghujat Liberalist semacam Ulil, Syaukanie dkk. Jadi bagaimana ini??? Mampukah para elite NU yang tak sepaham dengan Liberalist memerangi anggotanya yang sedang belajar makan humberger itu??
Hal ini harus segera diatasi karena akan merusak kredibilitas NU.
Wassalam Wr.Wb. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM 
Di saat pelaksanaan Muktamar NU Makassar, aktifis Markazi pejuangislam.com mencoba mengirim SMS tentang Sekilas Mengenal Said Aqiel Siradj dengan kesesatan berpikirnya kepada Gus Sholah, salah satu kandidat Ketua Tanfidziyah PBNU, dengan harapan agar beliau dapat menyampaikan info itu kepada para mu'tamirin. Namun, jawaban yang kami terima sungguh sangat mengagetkan dan menyebabkan kami harus mengelus dada, karena Gus Sholah mengirim jawaban : "Terima kasih infonya, tapi percuma saja, karena semua nasehat sampean masih kalah ampuh dengan UANG ... !"
Dari jawaban Gus Sholah inilah memberi kejelasan, bahwa kekalahan telak beliau karerna faktor beliau tidak membawa uang 'Angpao' saat berangkat ke Mu'tamar NU Makassar, jadi bagaimana mungkin beliau bisa terpilih ?

29 Agustus 2011

Mohon Maaf...


Suatu ketika rasulullah berjalan dengan para sahabatnya ...
hingga suatu ketika beliau berhenti di sebuah padang pasir...
kemudian beliau berkata pada sahabatnya...


Rasulullah : wahai sahabatku , kumpulkanlah kayu , dan tumpuklah dihadapanku..
Sahabat : yaa rasulullah , bukankah tempat ini adalah sebuah padang pasir , apakah mungkin terdapat kayu disekitar sini ??
Rasulullah : kumpulkanlah kayu lalu tumpuklah di hadapanku (rasulullah mengulangi perintahnya)
Sambil menggeser2 tanah , sahabat mencari kayu.


Setelah beberapa waktu , akhirnya kayu pun terkumpul banyak.


Rasulullah : wahai sahabatku , apakah engkau tau , apa makna dari semua ini ??
Sahabat : Tidak ya rasulallah.


Rasulullah : Engkau mengira bahwa di sebuah padang pasir yang gersang ini , engkau tidak akan menemukan kayu , tapi engkau lihat sendiri , engkau buktikan sendiri , bahwa terkumpul kayu sebanyak ini di hadapanku..
Seperti inilah, hamba2 allah , banyak dari mereka menganggap bahwa sudah tidak ada dosa pada diri mereka.. tp nyatanya banyak sekali dosa yang mereka tidak ketahui...
Ketahuilah bahwa ini baru engkau yang mencari , lantas bagaimana jika allah yang Maha Tau , mengumpulkan dosa2 kita.. kemudian dihadapkan kepadamu wahai sahabatku , maka akan lebih banyak dari perkiraanmu...


"Maka dari itu , janganlah kita merasa suci dari dosa , janganlah engkau merasa bahwa engkau bersih dari dosa , terus terus dan terus istiqomahkanlah untuk beristighfar kepada Allah , mohon ampun Kepada-Nya atas dosa2 yang telah kita perbuat,Dan jangan sampai engkau malas untuk bertaubat kepada allah."


Semoga allah menerima taubat kita..
Amin yaa Rabbal 'alamiin.


Mohon maaf setulus-tulusnya apabila kami salah dan khilaf selama ini, Mohon Maaf Lahir dan Batin...


(Sumber : Laman FB Majlis Maulid wat Ta'lim Riyadlul Jannah)

17 Agustus 2011

DHCP dan Seluk Beluknya

Nama                  : Mirza Rachmad Pratama (9955715477)
Kelas                  : XI TKJ A
Mata Pelajaran    : Setup Ulang LAN (Local Area Network)
Sekolah              : SMK Negeri 8 Malang
Judul                  : DHCP server dan seluk beluk Jaringan Komputer
Pemberi Tugas    : Darwis Suryantoro

1. Apa kepanjangan dari DHCP?
Dynamic Host Configuration Protocol

2. Apa fungsi dari DHCP?
Memberikan/melayani penyewaan IP yang diminta oleh client dari server DHCP

3. Sebutkan 4 langkah proses penyewaan IP dari DHCP server ke client!
1. DHCP DISCOVER : Client menyebarkan permintaan/request ke seluruh alamat secara broadcast, mencari DHCP server yang sedang aktif.

2. DHCP OFFER : DHCP server menawarkan alamat kepada client setelah menerima hasil broacast dari client tsb.
3. DHCP REQUEST : client meminta sebuah alamat yang masih tersedia dalam cadangan alamat (atau DHCP pool) pada server DHCP.
4. DHCP PACK : server DHCP merespon dengan memberikan paket balasan (acknowledgement) dan kemudian DHCP server akan menetapkan sebuah alamat beserta pengaturan TCP/IP kepada client. DHCP server memperbarui basis datanya dan client dapat memulai sambungan ke jaringan.

4. Apa yang dimaksud dengan exclude IP pada sistem DHCP?
Exclude IP adalah IP yang dikecualikan bagi client oleh DHCP. IP ini tidak diberikan kepada client oleh DHCP.

5. Apa yang dimaksud dengan IP Scope pada sistem DHCP?
IP Scope adalah jangkauan/jumlah dan rentang IP yang tersedia bagi client yang ada pada DHCP. Dengan IP scope DHCP mengatur berapa client yang dapat dilayaninya.

6. Apa yang dimaksud dengan SSID? Apa kepanjangannya?
SSID adalah kependekan dari Service Set Identifier. SSID adalah nama yang diberikan untuk Access Point pada jaringan wireless 802.11 dan disiarkan oleh Access Point untuk mengidentifikasi jaringan tersebut.


7. Apa yang dimaksud dengan limited connection ketika berusaha tersambung ke jaringan?Limited Connection (atau limited or no connectivity) adalah peristiwa ketika komputer dapat tersambung ke dalam jaringan, namun tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Biasanya hal ini terjadi ketika komputer mendeteksi sambungan jaringan, namun ketika komputer meminta IP address, tidak ada tanggapan dari server.
 
8. Apa yang dimaksud dengan IP conflict dan bagaimana cara mengatasinya?

IP conflict adalah kejadian ketika komputer kita telah menggunakan Alamat IP yang statis (static IP Address), kemudian komputer menghubungi DHCP server. Namun DHCP server menginformasikan bahwa IP yang sama telah digunakan di komputer lain. Solusinya antara lain adalah menggunakan konfigurasi Alamat IP dinamis (dynamic IP Address, biasanya di Windows dapat di pilih “Obtain IP Address Automatically” pada pengaturan jaringan).

9. Bilamana kita menggunakan DHCP?
Kita menggunakan DHCP ketika ada banyak komputer yang harus ditangani oleh server, yang mana tidak mungkin mengkonfigurasi Alamat IP komputer tersebut satu persatu. Dan juga jaringan yang setiap waktunya client-client dari jaringan tersebut selalu berganti-ganti (misal area wireless network yang penggunanya selalu berganti-ganti).

10. Betapa mudahnya aku mempelajari jaringan. Saya yakin akan sukses di kemudian hari. Di bawah ini adalah langkah-langkah menuju sukses :
1. Aku akan belajar dengan tekun dan giat

2. Aku akan menerapkan ilmu yang kudapatkan
3. Aku akan meniti karirku, dengan usaha, harapan dan doa

4. Dan Insya Allah, aku akan SUKSES!!!

11. Apa tugas-tugas dari Network Administrator?
Secara singkat tugas-tugas dari Network Administrator adalah bertanggung jawab dalam memasang, mengkonfigurasi dan mengawasi LAN/MAN/WAN. Mengadakan investigasi, perbaikan(troubleshooting), evaluasi, instalasi, antisipasi serta pelatihan agar kualitas jaringan memenuhi harapan perusahaan atau pengguna.

12. Sebutkan tugas-tugas dari System Administrator!
Secara singkat tugas-tugas dari System Administrator adalah bertanggung jawab dalam instalasi, konfigurasi, pengoperasian dan perbaikan sistem perangkat keras (hardware) dan lunak (software) serta infrastruktur terkait. Berpartisipasi dalam riset teknik untuk kemajuan infrastruktur, serta memastikan bahwa sistem perangkat keras, sistem operasi, sistem perangkat lunak dan prosedur terkait berhubungan dengan staf, relawan dan partner dama organisasi perusahaan tersebut.

13. Sebutkan tool-tool dari technical support!
Obeng, tang, tang crimping, cutter, cable tester, keahlian yang memadai serta yang paling penting, murah senyum dan ramah.



14. What do you know about “Cloud Computing”?
Cloud computing is a term used for technology that bundle the technology of computer and “cloud” (metaphore of internet, because in the computer diagram, the internet often drew as cloud). The computer tasks (like saving data, communication, collaboration, finance, etc) are given as a service in the “cloud”. “Cloud” is also an abstraction from complex infrastructure behind it.
15. Apa yang Anda ketahui tentang “grid computing”?
Grid computing (atau komputasi grid) adalah istilah yang merujuk pada penggunaan komputer beserta sumber dayanya yang mana komputer-komputer tersebut terpisah secara geografis dan juga terdistribusi dalam wilayah-wilayah namun terhubung satu sama lain dalam rangka pemecahan masalah komputasi dalam skala yang besar. “Grid” merupakan istilah untuk komputer-komputer yang terdistribusi secara geografis dan tidak mempunyai pengaturan terpusat. Seandainya terpusat, maka hal itu belum bisa dikatakan sebagai “grid”.
16. Apa perbedaan antara domain dan hosting?
Domain adalah alamat yang digunakan untuk sebuah situs web, setelah terlebih dulu didaftarkan, sedangka web hosting merupakan space (ruang untuk file) yang akan digunakan untuk situs web, setelah terlebih dahulu Anda menyewanya. Sehingga web hosting berhubungan dengan letak/lokasi situs web, sedangkan domain berhubungan dengan alamat/identitas situsnya.

17. Mengapa kabel UTP yang digunakan hanya memanfaatkan 4 pin kabel untuk komunikasi?
Kebanyakan pemerhati networking juga menanyakan hal yang sama, sehingga juga terjadi banyak spekulasi. Namun yang paling mungkin adalah 4 kabel tersebut dipersiapkan untuk pengembangan teknologi jaringan ke depannya. (Dan sebenarnya, 2 kabel yang digunakan untuk PoE atau Power over Ethernet hanya memanfaatkan kekosongan penggunaan dari 4 kabel yang tersisa dari 8 kabel dalam UTP).

 Sumber Artikel :



http://en.wikipedia.org
http://id.wikipedia.org
http://herianto.unsada.ac.id
http://www.cisco.com/en/US/
http://blog.apenta.com
http://ask-leo.com
http://www.supportingadvancement.com/community/
http://www.hrvillage.com/hrjobdesc/

(c) Copyleft 2011 SMKN 8 Malang Go International